Friday, 31 July 2015

maafkan aku melukaimu

Hamiza , dia seorang gadis yang baik , dia juga punya hati yang baik , sifatnya yang manja2 comel padanya. Dia lah insan yang aku kenali lebih 5 tahun . Stiap hubungan pasti ada timbul naik , begitulah pada aku masa-masa yang berlalu . Benarlah masa mengubah segalanya . Jikalau aku mampu putarkan balik masa yang lalu akan aku jadi yang sempurna buatmu hamiza . Aku hanya hambaNYA yang biasa , begitulah aku apabila tjebak dengan penagihan minum ketum. Setengah orang baginya biasa tapi bagi aku ketum merentap segalanya . Akibat terlalu ketagihan buatkan aku mementingkan diri , buatkan diri aku tidak terurus , waktu tidur yang tak menentu . Itulah bahaya akibat tlalu aku pentingkan diri melepak bersama kawan-kawan yang seumpama aku membuatkan aku tidak pedulikannya . Aku akui kesilapan aku tetapi sepenting mna pun aku pentingkan diri , hati dan perasaan aku begitu sayang padanya . Tapi apakah daya hamiza merasa aku berubah . Sesungguhnya aku perlukan kekuatan dia untuk menyokong dan berikan semangat untuk aku berhenti dari gejala ini . Tapi mampukah dia memahami , mampukah dia menerima diriku seperti ini . Bagiku sukar untuk dia menerima , bagaimana untuk aku berterus terang padanya . Disitulah setiap hari aku sudah memgalah dngan diriku yang tak mampu untuk berhenti . Bagiku hidup ini sudah tidak bermakna , aku sayanginya lebih dari hidupku sendiri , aku rela walaupun dia sudah tidak menyayangi aku , aku tetap setia ada untuknya , itulah janjiku pada awal perkenalan . Tapi janji aku buat bkn semata-mata untuk yakinkan dia yg aku cintakan dia tetapi ianya janji dari hatiku untuk menyayangi dia selamanya . Aku rela kalau jodoh ku bukan dengannya tapi aku mahu melihat dia bahagia , tidak aku mau menyakitinya lagi . Maafkan aku tidak sempurna tapi percayalah aku sentiasa ada untuk dia sepanjang hidupku , percayalah sakit mana pun hati terasa mna pun aku , aku berani bersumpah akan menunggu nya selamanya walaupun nafas yang terakhir . Aku ikhlas mencintaimu dan menyayangimu hamiza binti hamdan . Im sorry 😢 .